ADAKAH RUH DALAM TULISAN KITA?

Tulisan keren itu yang informatif dan enak dibacanya. Enak dibaca itu jika tidak melelahkan dan membosankan membacanya. Tidak lelah dan bosan itu jika tatanan kalimatnya mengalir baik dan pilihan diksinya segar. Tak ketinggalan, yang menjadikan tulisan itu diminati adalah pemilihan tema dan penyajiannya mengena di hati pembaca.

Bagi saya, membaca tulisan yang menarik itu yang ‘hidup’ di indera perasa pembaca. Dimana pembaca dapat merasakan getaran dan gelombang rasa yang terkandung di dalam kalimat-kalimatnya. Apa yang membuat hidup? Ruh.

Nah, sama seperti jasad hidup yang memiliki ruh, tulisan pun harus dihembuskan ruhnya agar terasa hidup dibacanya. Unsur pembentuk ruh dalam tulisan adalah pengetahuan dan wawasan, keterampilan menulis dan tema yang dikuasai, serta takdir yang mengiringi.

Sudah ada ruh kah di dalam tulisan-tulisan kita?

ANTOLOGI MUSIK HENING ‘GANG GENG GONG’

Melodi musik kehidupan tak selalu bernada minor dan mayor, bahkan ia tetap berirama meski dalam hening aksara. -anti kesuma-

#TantanganGurusiana

Hari ke-51/12032020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search