OTAK DAN OTOT

OTAK DAN OTOT

Jangan hidup pakai otot saja, pakai otak! Kalimat motivasi ini mungkin terbaca kasar bagi sebagian orang. Tapi kasar-lembut tak selalu menjadi ukuran kebaikan ataupun kualitas karakter seseorang, perhatikan hal kontekstualnya.

Tulisan pendek kali ini ingin menyampaikan pesan bahwa otak itu perlu diisi, sedangkan otot perlu dilatih. Gunakan keduanya secara proporsional dan tepat pada konteksnya, jangan sampai terbalik. Misal, merapikan buku di dalam lemari itu pekerjaan yang dominannya menggunakan otot sedikit otak. Tapi mendisain sebuah sistem itu pekerjaan otak, susah kalau kebanyakan otot.

Adakalanya kita butuh keduanya, otak dan otot, dengan sama porsi, seperti saat menyetir kendaraan. Berkemudi itu butuh otak untuk memahami aturan main di jalan raya dan butuh otot untuk mengemudikan kendaraannya. Yang terbalik tuh ketika orang diajak berdiskusi banyak ngotot, giliran pilih menu makan aja pakai otak, njlimet mikirnya. Pingin yang ekonomis, enak, higienis, awet kenyangnya dan ada yang bayarin. Akutu nganu kalau baca yang begitu.

ANTOLOGI MUSIK HENING ‘GANG GENG GONG’

Melodi musik kehidupan tak selalu bernada minor dan mayor, bahkan ia tetap berirama meski dalam hening aksara. -anti kesuma-

#TantanganGurusiana

Hari ke-58/19032020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search